Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Enggan Bertanggungjawab, Direktur BUMDes Oeteta Tuai Protes

kabar-independen.com
20210322 161918

Oelamasi, KI – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Oeteta Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang – NTT, diduga kuat bermasalah serta tidak ada transparansi dari pengurus.

BUMDes yang didirikan pada tahun 2017 dengan total anggaran yang sebesar Rp.175.500.000, hingga saat ini BUMDes tersebut tidak pernah ada laporan pertanggung jawaban. Akibatnya, masyarakat mempertanyakan keberadaan Badan Usaha Milik Desa tersebut.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin produk anda tampil disini? Klik Disini!!!

Edy Sakuain, Tokoh masyarakat Oeteta Minggu (21/03/2021) di Oeteta mengatakan, keberadaan badan udaha desa yang didirikan sejak tahun 2017 sangat merugikan masyarakat.

Baca Juga :  Warga Kelurahan Nonbes Geger! Bayi Perempuan Ditemukan dalam Kardus di Hutan Mnera Kabnono, Kabupaten Kupang

Setiap ada musdes dan rapat – rapat lain di desa selalu hanya bahas Bumdes, akan tetapi dalam pertemuan ditinggkat desa direktur dan penggurus bumdes tidak pernah ikut dalam pertemuan meskipun sudah ada surat undangan.

Masyarakat desa oeteta kata dia, dirugikan karena sejak penyertaan modal usaha  yang bersumber dari dana desa sebesar Rp. 127.500.000, digunakan untuk beli 10 tenda, kursi dan Perabot Dapur.

Semua itu disewakan kepada masyarakat desa maupun luar desa, namun uang sewanya tidak pernah di pertanggung jawabkan  oleh pengurus BUMDes.

Baca Juga :  Warga Kelurahan Nonbes Geger! Bayi Perempuan Ditemukan dalam Kardus di Hutan Mnera Kabnono, Kabupaten Kupang

Menurutnya, banyak komoditi didesa baik hasil pertanian maupun hasil laut mestinya dapat dikelolah oleh BUMDes. Sayang sekali hasil  komoditi seperti padi,  jagung dan garam harganya anjlok bahkan harga ditentukan oleh tengkulak atau orang dari luar desa.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com

+ Gabung