“Saya perintahkan salah satu guru untuk laporkan ke polsek, kemudian tempat kejadian saya kunci sambil menunggu petugas polisi datang. Ini ranah mereka untuk lakukan penyelidikan,”tandasnya.
Menurutnya, kejadian tersebut sangat mengganggu proses KBM. Dirinya terpaksa memulangkan seluruh murid dan proses belajar mengajar terpaksa dihentikan.
Sepriana menduga ceceran darah tersebut merupakan darah korban tindak pidana pencabulan atau pemerkosaan. Namun, dirinya enggan berspekulasi dan mempercayakan Polisi mengungkap lebih jelas.
Kepala Sekolah pun mengimbau kepada suruh orang tua murid agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila ditemukan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada anak-anak.
“Kondisi sekarang sedang ramai karna ada pentas budaya di kantor camat. Banyak anak anak yang datang dan sampai larut malam baru pulang. Orang tua harus aktif awasi anak anak agar tidak terjadi hal yang tidak diketahui terjadi pada anak kita,”bebernya.
Aparat kepolisian Polsek Oemofa langsung mendatangi UPTD SD GMIT Oemofa untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengamankan barang bukti berupa paku dan tisu bekas bernoda darah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
