​Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kupang berkomitmen penuh membangun kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan lembaga keagamaan. Tujuannya adalah memastikan pembangunan daerah tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga menciptakan masyarakat yang aman, tangguh, dan terlindungi.
Workshop ini diharapkan mampu mencapai tiga sasaran utama yakni Penguatan Kapasitas: Menjadikan rumah ibadah sebagai mitra strategis pemerintah dalam kesiapsiagaan bencana, Peningkatan Mitigasi: Membekali para pemuka agama dan pengelola rumah ibadah terkait langkah mitigasi dan respon awal saat terjadi bencana dan Jejaring Komunikasi: Membangun alur komunikasi yang cepat dan efektif antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas keagamaan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Asisten 1 Sekda Kabupaten Kupang, Guntur Subu Taopan; Kalak BPBD Kabupaten Kupang, Noflianto Amtitan; perwakilan BMKG Provinsi NTT, Helny Willa; serta Manager Obor Berkat sebagai mitra penyelenggara, Adelia Simatupang. Hadir pula Ketua FPRB Kabupaten Kupang, Elvrid Saneh, jajaran camat, serta tokoh agama dan anggota FKUB Kabupaten Kupang.
​Melalui sinergi ini, Pemerintah Kabupaten Kupang optimis bahwa upaya deteksi dini terhadap potensi ancaman dapat ditingkatkan, sehingga risiko bencana dapat ditekan dan keselamatan warga lebih terjamin.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












