Tenun motif Belu Atambua merupakan salah satu permata budaya tekstil dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Di wilayah perbatasan ini, tenun bukan hanya berfungsi sebagai busana, namun juga sebagai:
Identitas & Status Sosial: Menunjukkan jati diri dan posisi seseorang dalam masyarakat. Warisan Leluhur: Ilmu menenun yang dijaga ketat secara turun-temurun yang menjadi bagian dari Siklus Hidup. Kain adat yang selalu hadir dalam upacara adat penting, mulai dari kelahiran, pernikahan, hingga penghormatan terakhir pada upacara kematian.
“Persiapan kami sudah maksimal. Kami ingin membawa nama Belu ke kancah nasional melalui kualitas tenun yang autentik. Ini adalah identitas kami, warisan leluhur yang kami bawa dengan bangga ke Balai Kartini,” ujar perwakilan UMKM Dim 1605 Belu.
Bagi masyarakat Jakarta dan pecinta wastra nusantara, jangan lewatkan kesempatan untuk melihat langsung keindahan koleksi ini pada acara Pameran Persit Bisa 2 Tahun 2026 yang berlangsung d Balai Kartini, Jakarta Tanggal: 7 – 9 Mei 2026
Kehadiran UMKM Dim 1605 Belu dalam ajang ini diharapkan tidak hanya mempromosikan produk lokal, tetapi juga memperkuat posisi kain tenun ikat Belu sebagai salah satu kekuatan ekonomi kreatif Indonesia di mata dunia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












