Ketua DPC PDIP Kabupaten Kupang itu pun mengaku kecewa dengan sikap seorang staf yang tidak diketahui identitasnya yang menantang Johanis Mase melalui sambungan telepon. Hal ini dinilainya penuh arogansi dan tidak etis, padahal dirinya menelpon itu hanya ingin meminta penjelasan.
“Tadi lewat telp saya bicara baik-baik pada dokter tapi ada suara staf yang menantang saya dengan nada kasar suruh saya datang ke RSUD, padahal niat saya ingin membantu pasien,”ucapnya.
Johanis Mase tegas meminta Bupati Kupang Korinus Masneno mengevaluasi kinerja pimpinan hingga staf RSUD Naibonat bahkan Dinas Kesehatan agar kejadian serupa tidak lagi terjadi kepada masyarakat kecil, sebab jika saja kondisi ini tidak secepatnya dirubah maka pelayanan semakin buruk dan masyarakat yang nantinya menjadi korban.
Dirinya berharap pelayanan di RSUD Naibonat benar-benar berpihak pada pasien. Jangan karena ulah oknum tertentu, pasien yang mestinya masuk ke RSUD Naibonat berharap sembuh justru sebaliknya tambah sakit. Ia juga akan menggunakan kewenangannya sebagai Wakil Ketua DPRD untuk memanggil Dinas Kesehatan dan pihak RSUD Naibonat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pekan depan.
Sementara itu menurut Kepala Tata Usaha RSUD Jemy Haning yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (05/01/2024) mengatakan akan segera melakukan evaluasi kinerja terhadap seluruh stafnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
