Menurutnya, berbagai pertanyaan anggota DPRD itu mendapatkan jawaban yang tidak masuk logika dan bahkan tidak beretika.
“Bahasa yang tidak beretika seperti dia jawab bahwa ‘saya dengar itu pertanyaan saya tidak srek,”ujar Anton Natun menirukan jawaban KTU RSUD.
Pelayanan di RSUD Naibonat kata dia, berkaitan erat dengan lingkungan, sanitasi, kebersihan serta tim work. Hal ini merupakan fokus DPRD dalam upaya secara bersama-sama memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Walau demikian, Lembaga DPRD kata Anton Natun memberi apresiasi terhadap kinerja RSUD Naibonat yang pada tahun 2022 pendapatan melampaui target yang ditetapkan.
Ia menilai, sikap over confidence KTU RSUD Naibonat membuat kacau persidangan di DPRD. Pembahasan dalam paripurna sejatinya untuk memperbaiki pelayanan kesehatan ternyata tidak dihargai.
Bupati Kupang Korinus Masneno kepada awak media di ruang sidang utama DPRD mengatakan, persoalan ini terjadi lantaran stafnya yang tidak memahami betul mekanisme persidangan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
