Melalui chat WhatsApp dengan EP, Ruth Pasaribu meminta dikembalikan uang yang sudah diterima EP seraya mengancam akan memberhentikan EP sebagai kader posyandu.

Ruth Pasaribu dalam chat WhatsApp juga turut menyebut Kepala Puskesmas Tarus serta Kepala Desa Oebelo.
Selain membantah terlibat politik praktis, Ruth Pasaribu juga membantah telah melakukan intimidasi terhadap wartawan.
Ia sempat merebut handphone milik wartawan untuk menghapus rekaman video dan juga menyebut wartawan susah makan.
Kader posyandu berinisial EP yang dikonfirmasi tim media, Senin (26/02/2024) siang di kediamannya justeru membeberkan hal sebaliknya.
EP mengatakan, Ruth Pasaribu telah memberinya uang Rp. 200.000 tanggal 12 Februari 2024 untuk memilih Caleg RAM dari PBB. Saat memberi uang itu, sang Kapustu minta agar EP memberikan bukti foto kalau sudah memilih RAM.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












