Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Lembaga DPRD Kabupaten Kupang dituding Acuh Terhadap Penderitaan Rakyat

kabar-independen.com
IMG 20231129 142526 scaled

Oelamasi, KI – Korban badai siklon tropis Seroja warga Kabupaten Kupang tuding lembaga DPRD acuh dan menutup mata terhadap penderitaan rakyat.

Pernyataan ini dilontarkan di depan gedung DPRD oleh masa aksi demontrasi jilid 3 aliansi pemuda dan mahasiswa peduli Kabupaten Kupang, Rabu (29/11/2023) siang.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin produk anda tampil disini? Klik Disini!!!

Selain pemuda dan mahasiswa, aksi demontrasi juga turut dihadiri oleh korban bencana Seroja dari Desa Pukdale Kecamatan Kupang Timur serta wilayah lainnya.

Baca Juga :  Optimalkan Potensi Bahari,  Bupati Kupang Sambut Baik Program LAUTRA dari KKP RI

Lembaga DPRD dituding Acuh dengan penderitaan korban Seroja yang hingga kini belum jelas nasibnya. Padahal bencana ini sudah tiga tahun berlalu.

Orator aksi Melianus Alopada menyampaikan, korban bencana Seroja kian terkatung-katung nasibnya, sementara 40 orang anggota DPRD terkesan acuh. Dua kali sudah aksi dilakukan untuk menyampaikan aspirasi tetapi selama itu pula belum ada kejelasan.

Lembaga DPRD dengan fungsi pengawasan yang melekat pada tugas sebagai wakil rakyat tidak dijalankan secara ketat. Buktinya, aspirasi masyarakat korban Seroja tidak pernah dikawal dan direalisasikan oleh lembaga yang mewakili rakyat itu.

Baca Juga :  Sejumlah Warga Desa Kotabes Datangi Kantor Bupati, Ini Yang dilakukan!

Janji Ketua DPRD serta Fraksi Golkar bahwa akan segera membentuk Pansus pun hingga saat ini hanya jualan politik pencitraan semata. Pansus sejatinya menjadi pintu masuk menguraikan carut marutnya penyaluran bantuan dana stimulan, tetapi pun tidak terealisasi entah dengan alasan apa.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com

+ Gabung