Oelamasi, KI – Batalnya relokasi 239 Kepala Keluarga korban badai Seroja di Desa Oesena membuat masyarakat meradang. Harapan mendapatkan hunian baru kini pupus sudah seiring berita batalnya relokasi.
Dengan batalnya relokasi saat ini membuat korban patahan tanah akibat badai Seroja April silam kembali hidup waspada karena seketika kondisi patahan tanah dapat menelan korban jiwa.
Lukas Boymau, warga Desa Oesena Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, Minggu (15/08/2021) di Desa Oesena mengatakan, semua jenis administrasi yang dibutuhkan bukan urusan masyarakat, itu menjadi urusan pemerintah Kabupaten Kupang, masyarakat butuh solusi nyata dari persoalan yang dihadapinya.
Masyarakat korban badai Seroja merasa heran dengan informasi pembatalan relokasi justru didengar saat sekian lama menanti kejelasannya. Jika saja terdapat kekurangan administrasi maka seharusnya Pemkab Kupang yang paling tahu dan bukan masyarakat. Pemkab seharusnya bergerak cepat, pro aktif berkomunikasi dengan pihak – pihak yang berhubungan langsung dengan rencana relokasi.
Ia mengisahkan, informasi yang diterima masyarakat simpang siur. Walaupun Lokasi sudah diukur, foto lokasi pun sudah ada. Masyarakat menunggu kelanjutan informasi namun tidak jelas.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












