
Pada titik tertentu ditemukan longsoran didinding tebing akibat gerusan banjir sehingga pengusaha terpaksa membuat jalan baru untuk kepentingan transportasi angkut material.
Beberapa orang warga Desa Benu yang sempat ditemui media saat hendak pulang meninggalkan lokasi tambang, mereka mengaku kecewa dengan para pengusaha.
Menurut warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan, saat memasuki musim kemarau seperti saat ini, debu menjadi teman karib setiap hari. Banyak warga memilih menutup rapat pintu dan jendela rumah menghindari debu. Demikian pula disaat musim hujan, kubangan air dijalan berlubang dan lumpur menjadi pemandangan setiap hari.

Setiap hari kata warga melanjutkan, mobil – mobil truk silih berganti menuju lokasi tambang mengangkut material dilokasi tersebut. Meski demikian, warga mengaku pasrah dengan keadaan yang dialaminya.
“Kami ini tiap hari hirup debu, kami tidak bisa berbuat banyak, kami pasrah dengan kondisi, biarkan pengusaha makin kaya dan kami makin menderita,”ujar warga. (Tim)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












