Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Hantu Bagi Petani itu Bernama Kelangkaan Pupuk

kabar-independen.com
20210324 193543

“anggota kelompok yg berpeluang tumpang tindih, bisa saja anggota kelompok yg satu ada juga pada kelompok lain,”Ungkapnya via pesan WhatsApp.

Jika hal ini tidak segera dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kupang, akan berdampak pada jumlah kuota dan penyaluran pupuk menjadi tidak terkendali.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin produk anda tampil disini? Klik Disini!!!

“Saran saya perlu update profil setiap Desa dan kelurahan terhadap semua potensi yg dimiliki termasuk kepemilikan lahan baik sawah ladang dan lainnya,” Ujar Mesak Mbura.

Baca Juga :  Atasi Stunting dan Kemiskinan Ekstrem, Wamen Dikti Sains-Tek Lepas 2.319 Mahasiswa KKN GENTASKIN Batch II di NTT

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kupang pun perlu ada strategi baru penyaluran pupuk bersubsidi, obat – obatan dan bibit. Penyaluran pupuk, obat dan bibit dapat dilakukan sendiri oleh Pemerintah Desa dan Kelurahan sebab merekalah yang mengetahui secara pasti masyarakat dan luas lahan yang dimiliki.

Optimalisasi peran BUMDes yang sudah memiliki legalitas dan perlu diberdayakan sebagai lembaga ekonomi mikro. (Jessy)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com

+ Gabung