Yusti Mooy, warga RT. 001/RW 001 Dusun 1 mengatakan jika saluran drainase yang buruk membuat air meluap ke sisi jalan dan menggenangi rumah warga. Ia mengaku kesal terhadap bangunan yang di bangun asal – asalan saja, tidak memperhatikan jalur air dan tidak membuat drainase sesuai ukuran sewajarnya. Ia bersama beberapa orang membobol tembok bangunan di wilayahnya untuk membuka jalur air.

“Pihak pemerintah Desa mesti memperhatikan pembangunan yang ada di desa Oebelo agar fungsi pengawasannya jalan dan perencanaan pembangunan harus melibatkan masyarakat untuk mendapatkan solusi perihal pembangunan drainase yang baik,” Ujarnya.
Ia menambahkan, jika pemerintah Desa harus tegas kepada pemilik bangunan yang menghalangi atau menutup jalur air dengan memberikan teguran, sehingga saat ada hujan dengan intensitas tinggi terjadi, tidak ada lagi rumah warga yang terendam.
Staff BPBD Kabupaten Kupang Togu Batubara yang di temui di lokasi, menghimbau kepada kepala Desa Oebelo dan beberapa warga untuk waspada akan kemungkinan curah hujan tinggi serta segera mengungsikan diri ke tempat yang lebih aman dan mengutamakan para lansia dan anak – anak. Dirinya juga bersama perangkat desa telah mendata warga terdampak banjir yang berada pada wilayah dusun 1 dan dusun 2 desa Oebelo untuk di berikan bantuan darurat bencana.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












