“Parameter kemiskinan tidak semata-mata bersifat materialistik, ada kemiskinan mental yang harus kita lawan bersama. Jadilah bagian dari solusi bagi masyarakat, manfaatkan sebaik mungkin KKN sebagai sarana belajar sekaligus mengabdi kepada masyarakat,” tegas Fauzan.
Beliau berharap ribuan mahasiswa yang diterjunkan mampu menularkan ilmu, memberikan energi positif, serta membakar semangat warga desa agar memiliki mental baja dalam berupaya keluar dari belenggu kemiskinan.
Apresiasi tinggi juga datang dari Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu, Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Haris. Ia menyampaikan terima kasih atas kolaborasi lintas sektor yang sukses mewujudkan program ini.
“Besar harapan kami, semangat pengabdian yang dimulai hari ini akan tumbuh menjadi kontribusi nyata di 100 desa sasaran, tempat mahasiswa GENTASKIN menemukan ruang untuk berkarya, berinovasi, dan turut membangun kemandirian masyarakat Nusa Tenggara Timur,” tutur Abdul Haris. Menurutnya, momen ini juga menjadi ajang krusial bagi mahasiswa untuk mengasah kepekaan sosial dan jiwa kepemimpinan di lapangan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












