Menurutnya, langkah ini diambil sebagai penanganan awal. Masyarakat di Amarasi pun sudah terbiasa dengan pola kerja gotong royong, jadi ada musibah seperti ini akan mudah diatasi.
“Masyarakat pun tentu berharap kepastian pemerintah untuk melakukan perbaikan permanen jembatan yang putus hujan deras beberapa waktu lalu. Saya minta masyarakat bersabar, karena kondisi tersebut sudah disampaikan ke pemerintah, tentu butuh proses karena menyangkut anggaran dan aturan,” jelas Sekretaris DPC PKB Kabupaten Kupang ini.
Sambil menunggu realisasi pemerintah, dirinya bersama masyarakat terlebih dahulu gotong-royong menambal lubang di badan jalan dan membuat jalan alternatif. Kini jalan sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. (*/tim)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












