Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Korban Bencana Seroja Tidak Terdata, Warga Minta Lurah Oesao dicopot

kabar-independen.com
IMG 20210516 WA0011

Oelamasi, KI – Sejumlah korban bencana seroja di Rt. 01 s/d Rt.03 Kelurahan Oesao Kecamatan Kupang Timur ternyata tidak terdata. Total korban badai seroja yang terdata hanya 14 orang saja sesuai Surat Keputusan Bupati Kupang Nomor 123/KEP/HK/2021 Tanggal 12 April 2021.

Padahal, di Kelurahan Oesao menjadi salah satu lokasi terparah dihantam badai seroja, hampir seluruh warga terdampak bemcana dahsyat itu. Data yang dimiliki warga, tercatat 434 orang mengalami kerusakan baik skala ringan hingga berat akibat hantaman badai itu.

Yapi Therik, Ketua RW.01 Kelurahan Oesao, Sabtu (15/05/2021) di Oesao mengaku kecewa dengan data yang dikelurakan sesuai SK Bupati Kupang. Di Kelurahan Oesao terdapat 434 rumah yang rusak akibat banjir dan badai seroja namun dalam SK bupati hanya 14 rumahnya saja yang rusak.

Ia juga mengaku kecewa dengan pelayanan pemerintahan Kelurahan terutama Lurah Oesao yang acuh terhadap data kerusakan rumah warganya. Sikap Lurah yang acuh itu membuat warga minta Lurah Oesai segera copot dari jabatannya.

Baca Juga :  Konsisten Tingkatkan Kapasitas Lembaga Keagamaan, Bupati Kupang Serahkan Hewan Kurban di 3 Masjid

Dalam SK Bupati Kupang itu, nama Lurah Oesao Vasco Soares juga ditetapkan sebagai salah satu korban bencana di Kelurahan Oesao. Ironisnya, Lurah Oesao adalah warga Kelurahan Babau sehingga ia juga terdata sebagai korban bencana di Kelurahan Babau.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com

+ Gabung