Produksi padi daerah sukses menembus angka lebih dari 145 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG). Produktivitas lahan meningkat tajam menjadi sekitar 5,8 – 6,2 ton per hektare.
Indeks Pertanaman (IP) di sejumlah kawasan melonjak dari IP 100 menjadi IP 200 hingga IP 300, yang berarti petani kini bisa panen hingga tiga kali dalam setahun.
Efisiensi biaya tenaga kerja berhasil ditekan secara signifikan berkat efektivitas combine harvester.
Menyongsong Masa Depan Ketahanan Pangan
Modernisasi yang digalakkan Pemkab Kupang bukan sekadar tentang membagikan mesin, melainkan sebuah transformasi peradaban bertani menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Kini, deru mesin traktor yang bersahut-sahutan di hamparan sawah Kabupaten Kupang bukan lagi sekadar suara alat bekerja. Ia adalah simbol optimisme dan perubahan nasib bagi ribuan petani. Di bawah nakhoda Yosef Lede dan Aurum Titu Eki, cita-cita mewujudkan Kabupaten Kupang yang mandiri dan swasembada pangan kini bergerak pasti menjadi kenyataan. (Adv)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


