Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Hantu Bagi Petani itu Bernama Kelangkaan Pupuk

kabar-independen.com
20210324 193543

Oelamasi, KI – Curah hujan yang cukup memadai dimulai pada akhir tahun 2020 hingga awal tahun 2021 menjadi kabar gembira bagi petani di Kabupaten Kupang.

Selama dua musim tanam tahun 2019 dan 2020, para petani sawah di daerah yang terkenal dengan program Revolusi 5P (Pertanian, Peternakan, Perkebunan, Perikanan Kelautan dan Pariwisata) terpaksa mengurungkan niat mengolah sawah lantaran curah hujan yang minim.

Praktis selama dua tahun itu, petani hanya sedikit menggantungkan hidup hanya dari sektor hortikultura atau tanaman lain yang tidak banyak membutuhkan air.

Tahun 2021, ketika curah hujan sangat memadai dan petani Kabupaten Kupang mulai ramai mengolah lahan sawahnya untuk ditanami  beraneka varietas padi, ternyata persoalan baru muncul yakni kelangkaan pupuk. Kelangkaan pupuk ini cukup dirasakan oleh banyak petani.

Kios Harapan Jaya, salah satu kios pengecer pupuk di Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang – NTT yang melayani petani di Kecamatan Amarasi dan Amarasi Selatan, hanya diberi jatah pupuk dalam jumlah terbatas.

Baca Juga :  Semarak Paskah Kabupaten Kupang, Ketua Sinode GMIT Sebut Iman Adalah Penghubung Masa Lalu dengan Masa Kini

Kadir, pemilik kios pengecer Harapan Jaya, pekan kemarin di Tesbatan mengatakan, kelompok tani mulai merasakan kelangkaan pupuk terhitung mulai bulan Februari hingga Maret 2021.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com

+ Gabung