<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Virus &#8211; Kabar Independen</title>
	<atom:link href="https://kabar-independen.com/tag/virus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabar-independen.com</link>
	<description>kritis,tajam &#38; berimbang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 31 Jul 2024 12:28:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://kabar-independen.com/wp-content/uploads/2024/05/cropped-512-100x100.png</url>
	<title>Virus &#8211; Kabar Independen</title>
	<link>https://kabar-independen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Satu Desa di Kabupaten Kupang Zona Merah Rabies, Begini Langkah Pemerintah Desa</title>
		<link>https://kabar-independen.com/daerah/satu-desa-di-kabupaten-kupang-zona-merah-rabies-begini-langkah-pemerintah-desa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[kabar-independen.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Jul 2024 12:28:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Amabi Oefeto Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Anjing Gila]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Muke]]></category>
		<category><![CDATA[Rabies]]></category>
		<category><![CDATA[Virus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabar-independen.com/?p=6675</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oelamasi, KI &#8211; Satu di Desa di Kabupaten Kupang-NTT masuk zona merah kasus rabies lantaran...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/daerah/satu-desa-di-kabupaten-kupang-zona-merah-rabies-begini-langkah-pemerintah-desa/">Satu Desa di Kabupaten Kupang Zona Merah Rabies, Begini Langkah Pemerintah Desa</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oelamasi, KI &#8211;</strong> Satu di Desa di Kabupaten Kupang-NTT masuk <a href="http://kabar-independen.com/tag/zona-merah">zona merah</a> kasus rabies lantaran selama dua bulan terakhir terjadi 14 orang warga digigit anjing yang diduga terinfeksi virus.</p>
<p>Kepala Desa Muke Kecamatan Amabi Oefeto Timur Sefrit Kause, Rabu (31/07) di kantor Desa Muke mengatakan, dari 14 orang warganya yang tergigit anjing itu, satu diantaranya telah meninggal dunia awal bulan Juli 2024.</p>
<figure id="attachment_6676" aria-describedby="caption-attachment-6676" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-6676" src="https://kabar-independen.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240731-WA0022.jpg" alt="IMG 20240731 WA0022" width="640" height="360" title="Satu Desa di Kabupaten Kupang Zona Merah Rabies, Begini Langkah Pemerintah Desa 1" srcset="https://kabar-independen.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240731-WA0022.jpg 640w, https://kabar-independen.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240731-WA0022-400x225.jpg 400w, https://kabar-independen.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240731-WA0022-250x140.jpg 250w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-6676" class="wp-caption-text">Kepala Desa Muke Sefrit Kause</figcaption></figure>
<p>Walaupun hasil <a href="http://kabar-independen.com/tag/diagnosa">diagnosa</a> dokter menyebutkan warganya yang berjenis perempuan itu meninggal bukan karena rabies melainkan hipertensi, namun sebelum menghembuskan nafas terakhir, korban menunjukan gejala seperti terinfeksi <a href="http://kabar-independen.com/tag/virus-anjing-gila">virus anjing gila</a>.</p>
<p>&#8220;Korban memang pernah digigit anjing sekitar bulan Juni lalu, memang luka bekas gigitan sudah sembuh tapi dua bulan setelahnya korban kemudian sakit hingga meninggal dunia,&#8221;ujarnya.</p>
<p>Langkah yang ditempuh Pemerintah <a href="http://kabar-independen.com/tag/desa-muke">Desa Muke</a> yakni meminta Dinas Peternakan melakukan vaksinasi terhadap sekitar 257 ekor anjing peliharaan warganya. Kemudian bagi mereka yang tergigit anjing, telah disuntikan serum antirabies sebagai imunisasi pasif pada penanganan pasien yang mengalami luka gigitan, luka cakar, dan atau berisiko terkena infeksi virus <a href="http://kabar-independen.com/tag/rabies">rabies</a>.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/daerah/satu-desa-di-kabupaten-kupang-zona-merah-rabies-begini-langkah-pemerintah-desa/">Satu Desa di Kabupaten Kupang Zona Merah Rabies, Begini Langkah Pemerintah Desa</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Virus Anjing Gila Mulai Menyebar di Kabupaten Kupang, PDIP Desak Pemkab Segera Atasi</title>
		<link>https://kabar-independen.com/daerah/virus-anjing-gila-mulai-menyebar-di-kabupaten-kupang-pdip-desak-pemkab-segera-atasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[kabar-independen.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jul 2024 03:43:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Anjing Gila]]></category>
		<category><![CDATA[Deasy Ballo - Foeh]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas]]></category>
		<category><![CDATA[Rabies]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin]]></category>
		<category><![CDATA[Virus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabar-independen.com/?p=6655</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oelamasi, KI &#8211; Virus anjing gila atau rabies mulai menyebar hingga memakan korban jiwa di...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/daerah/virus-anjing-gila-mulai-menyebar-di-kabupaten-kupang-pdip-desak-pemkab-segera-atasi/">Virus Anjing Gila Mulai Menyebar di Kabupaten Kupang, PDIP Desak Pemkab Segera Atasi</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oelamasi, KI &#8211;</strong> Virus anjing gila atau <a href="http://kabar-independen.com/tag/rabies">rabies</a> mulai menyebar hingga memakan korban jiwa di beberapa wilayah Kecamatan Merebaknya virus berbahaya ini membuat politisi PDIP resah.</p>
<p>Sekretaris DPC <a href="http://kabar-independen.com/tag/pdip">PDIP</a> Kabupaten Kupang-NTT Deasy Ballo-Foeh, Selasa (23/07) di kediamannya tegas mendesak Pemkab segera mengambil langkah taktis untuk mengatasinya.</p>
<p>Menurut Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Kupang ini, jika penyebaran penyakit rabies ini tidak segera ditangani secara baik oleh pemerintah, tentu akan mengancam nyawa masyarakat.</p>
<p>Deasy Ballo-Foeh justru mempertanyakan keseriusan <a href="http://kabar-independen.com/tag/pemkab-kupang">Pemkab Kupang</a>, hal ini berkaitan dengan tempat penyimpanan vaksin rabies yang belum disediakan oleh Pemkab.</p>
<p>“Begitu saya baca di media soal berita rabies ini sudah makan korban, saya segera kontak Kadis Kesehatan Yoel Laitabun. Ternyata vaksin rabies hanya ada di 3 Puskesmas yaitu Naibonat, Oesao, dan Camplong,&#8221;ungkapnya.</p>
<p>Dinas Kesehatan kata dia, mestinya belajar dari kasus yang sudah terjadi di Kabupaten TTS. langkah-langkah antisipatif seharusnya sudah dilakukan manakala terjadi di Kabupaten TTS yang berbatasan darat langsung dengan wilayah Kabupaten Kupang.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/daerah/virus-anjing-gila-mulai-menyebar-di-kabupaten-kupang-pdip-desak-pemkab-segera-atasi/">Virus Anjing Gila Mulai Menyebar di Kabupaten Kupang, PDIP Desak Pemkab Segera Atasi</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Penularan Virus Rabies, Ini Yang Dilakukan Kepala Desa Oesusu Takari</title>
		<link>https://kabar-independen.com/daerah/antisipasi-penularan-virus-rabies-ini-yang-dilakukan-kepala-desa-oesusu-takari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[kabar-independen.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jul 2024 05:29:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Oesusu]]></category>
		<category><![CDATA[Rabies]]></category>
		<category><![CDATA[Takari]]></category>
		<category><![CDATA[Virus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabar-independen.com/?p=6648</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oelamasi, KI &#8211; Langkah antisipasi dilakukan Kepala Desa Oesusu Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang-NTT untuk mencegah...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/daerah/antisipasi-penularan-virus-rabies-ini-yang-dilakukan-kepala-desa-oesusu-takari/">Antisipasi Penularan Virus Rabies, Ini Yang Dilakukan Kepala Desa Oesusu Takari</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oelamasi, KI &#8211;</strong> Langkah antisipasi dilakukan Kepala Desa Oesusu Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang-NTT untuk mencegah penularan <a href="http://kabar-independen.com/tag/virus-rabies">virus rabies</a>.</p>
<p>Dani Novianto Tauho, Kepala Desa Oesusu, Selasa (23/07) di <a href="http://kabar-independen.com/tag/desa-oesusu">Desa Oesusu</a> mengatakan, pihaknya telah memberikan vaksin Anti Rabies kepada semua anjing peliharaan warganya.</p>
<p>Tindakan ini kata dia, diambil setelah pemerintah Desa berkoordinasi dengan  <a href="http://kabar-independen.com/tag/dinas-peternakan">Dinas Peternakan</a>. Pemberian vaksin dilakukan selama tiga hari pada bulan Juni 2024 lalu.</p>
<p>Selain Desa Oesusu, hal serupa juga telah dilaksanakan di Desa Noelmina dan Kelurahan Takari.</p>
<p>Upaya lainnya kata dia, pemerintah Desa telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh warga agar anjing peliharaan diikat atau dikandangkan.Upaya ini dilakukan guna menghindari penularan virus rabies.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/daerah/antisipasi-penularan-virus-rabies-ini-yang-dilakukan-kepala-desa-oesusu-takari/">Antisipasi Penularan Virus Rabies, Ini Yang Dilakukan Kepala Desa Oesusu Takari</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
