4 SLB yang berpartisipasi dalam pelatihan tersebut adalah SLB Negeri Pembina Kupang, SLB Negeri Kota Raja, SLB Negeri Kota Kupang, dan SLB Swasta Asuhan Kasih.
“Anak-anak berkebutuhan khusus memiliki keunikan dan kebutuhan yang perlu diperhatikan dengan cermat. Karena itu, melalui pelatihan ini kami ingin memberikan wawasan dan keterampilan kepada guru-guru untuk menciptakan pengalaman belajar yang positif dan bermakna bagi setiap siswa”, kata Saskia.Herdiana,
Kepala UPT Kemendikbudristek Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTT, menyatakan dukungannya untuk Program BOKS. Saat ini sedang dipersiapkan pendirian sekolah model untuk Gerakan Sekolah Sehat (GSS) di 94 sekolah di kota dan kabupaten yang ditentukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.
Dalam GSS, fokus utama ada pada lima aspek kesehatan utama, yaitu Fisik, Gizi, Imunisasi, Lingkungan, dan Kesehatan Mental.
“Kami sedang menyiapkan indikator untuk inisiatif sekolah sehat dan akan terus berkoordinasi dengan WVI agar hal-hal baik yang telah dilakukan dapat diadopsi oleh sekolah lain. Dengan komitmen ini kami berharap mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, sehat, dan produktif bagi para siswa, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus,” ujar Herdiana dalam sambutannya di acara pembukaan pelatihan tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
