Jakarta, KI – Kurang lebih 600 Pekerja Rumah Tangga (PRT) dan para keluarga PRT di desa-desa di Indonesia mengirimkan surat untuk Ketua DPR, Puan Maharani. Surat-surat ini berisi kesedihan para PRT dan keluarga yang bertanya: mengapa RUU Perlindungan PRT tak juga disahkan?.
Berikut ini isi surat para PRT yang dikirimkan kepada Ketua DPR RI :
“Yang terhormat dan terkasih mbak Puan Maharani, pemimpin negeri yang tercinta ini. Ku tulis surat ini, untukmu wahai mbk Puan Maharani Pemimpin bijaksana di Bumi Pertiwi Mbak Puan Maharani yang baik hati, ku kirimkan lewat tulisan ini sebagai ungkapan keprihatinan, kekecewaan hati atas nasib diri dan teman – teman. Sebagai perempuan yang bekerja di rumah tangga – rumah tangga para pemberi kerja atau majikan. Pemberi kerja dari yang warga biasa, Buruh, Pengusaha, Artis, pejabat dan petinggi negeri ini dan masih banyak lagi. Tidakkah kau ketahui nasib diri – kami yang tak berpunya dan tak berdaya ini?. Dalam bekerja tidak lepas dari caci, maki, tuduhan, pukulan, siksaan hingga menyebabkan hilangnya fungsi anggota badan bahkan nyawa melayang. Mungkin pula engkau tidak percaya banyak perlakuan keji, tidak manusiawi oleh pemberi kerja terhadap diri – kami? *(Sargini, Serikat PRT Tunas Mulia Yogyakarta)*
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
