Ditegaskannya, semua itu tidak benar alias hoax sehingga bila para kepala desa, perangkat desa atau masyarakat umum menerima telepon atau pesan WhatsApp dengan modus serupa agar jangan mudah percaya.
“jangan percaya, bila perlu harus lakukan konfirmasi balik dengan saya,”tegas Alexon.
Diakuinya bahwa informasi tersebut baru diketahui dari awak media, penelpon meminta uang dengan jumlah bervariasi dengan menjanjikan setelah uang itu ditransfer mereka akan mendapatkan sejumlah Rp. 75 juta dana hibah PKK.
“Saya sampaikan bahwa informasi itu tidak benar, saya tegaskan saya tidak pernah meminta atau memerintahkan siap saja untuk mentransfer sejumlah uang baik ke rekening saya, maupun ke istri saya,”ujarnya tegas.
Penjabat Bupati juga meminta bantuan rekan – rekan jurnalis untuk bantu memberitakan informasi ini sebab informasi terkait permintaan uang di sejumlah kepala desa adalah hoax.
“Saya juga sudah minta ibu plt. Sekda dan melalui grup WhatsApp baik para pimpinan OPD, Camat, Lurah dan Kepala Desa bahwa informasi itu tidak benar dan tidak perlu direspon,”tandasnya.
Selain itu, dirinya juga akan melaporkan hal ini ke kepolisian untuk menindaklanjuti oknum yang menyebar informasi hoax itu. (*)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
