Kupang, KI – Untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan anak mengalami gizi buruk dan stunting secara dini dimasa pandemi, Puskesmas Oesapa terus gencar membagikan pita LilA dan kampanye pengunaannya kepada masyarakat.
Kurang lebih tiga ribuan pita LilA dibagikan kepada masyarakat di lima kelurahan yang ada di Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang – NTT.
Kepala Puskesmas Oesapa, drg. Shinta Ndaomanu, Selasa (11/05/2021) di Oesapa mengatakan, stunting adalah kejadian gizi buruk yang berulang kali terjadi pada anak.
Penangganan gizi buruk dan stunting ini bukan menjadi tanggung jawab pada Dinas Kesehatan dan Puskesemas tapi merupakan tanggung jawab bersama karena anak – anak ini merupakan harapan Nusa dan Bangsa.
Untuk Kota Kupang, kunjungan orang tua dan pengasuh anak ke posyandu itu kurang bukan saja karena pandemi akan tetapi sebelum pandemi presentasi kunjungan ke posayandu menurun.
Dimasa pandemi sejak april 2020 dan protap covid 19 melarang adanya kerumunan, Puskesmas berupaya untuk mendeteksi dini secara mandiri anak – anak dengan pengukuran pita LilA pada lengan kiri anak.
Dengan pita LilA orang tua dan pengasuh secara mandiri dapat mengukur dan mengetahui status gizi pada anaknya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
