Yenny Haning, Tenaga Ahli gizi pada Puskesmas Oesepa mengatakan karena keterbatasan tenaga kesehatan untuk tenaga gizi cuman tiga orang yang harus tangani 3 ribuan anak usia 6 – 59 bulan.
Bukan hal yang mudah, ia terus memberikan dukungan kepada kader posyandu, orang tua dan pengasuh untuk mengunakan pita LilA mengukur lengan kiri anak agar mengetahui status gizi anak secara mandiri.
“Pengunaan pita lilA ini sangat praktis, mudah digunakan dan waktunya kapan saja. Pita LilA sudah diengkapi dengan angka dan terdapat warna merah menandakan gizi buruk kuning status gizi kurang dan hijau status gizi baik,” Ungkap Yenny Haning.
Selain pengukuran Pita LilA pada anak, pihaknya juga mengupayakan kepada orang tua dan pengasuh anak untuk memberikan makan kepada anak dengan asupan gizi yang seimbang. Sedangkan untuk anak usia 6 bulan diberikan RUTF sebagai makanan pendamping ASI. (Leon).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
