Dirinya juga mengaku kesal dengan pemerintah, jika diketahui sumur bor tersebut akan mubazir maka sebaiknya dana pembangunan sumur bor itu dibagikan merata saja kepada masyarakat agar bisa digunakan membeli air.
Sementara itu, Kepala Desa Nunkurus Ardy Set Nalle saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (09/04/2024) mengatakan, dana yang digunakan sebesar 1,3 miliar yang bersumber dari DAK Penugasan dan proyek tersebut dikerjakan oleh CV. Dicky Bor.
Menurutnya, sebanyak 120 sambungan rumah pun telah terpasang, namun hingga kini memang air belum bisa dinikmati. Ini terjadi lantaran satu mesin pompa yang terpasang tidak kuat menjangkau seluruhnya.
Hasil koordinasinya dengan pengawas dinas PUPR Kabupaten Kupang, perlu ditambah lagi 1 unit mesin pompa agar daya dorong mampu menjangkau 120 sambungan rumah.
Dirinya berharap pihak Dinas PUPR segera mengambil langkah agar masyarakatnya bisa secepatnya menikmati air bersih. (Semi)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












