Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Kisah Petani Asal Kupang Timur, Rela Gali Embung Demi Asa Mengais Rejeki

kabar-independen.com
Reporter : Jermi Mone Editor: Redaksi
IMG 20240524 135735
Carolus Melkianus Kiuk (kiri) bersama Jack Gabriel.

Anggota Poktan Tunas Baru ini mengisahkan, aneka jenis sayuran yang ditanam selama ini semata-mata hanya mengandalkan curah hujan.

Akibat hanya bergantung pada curah hujan, dirinya hanya mampu mengusahakan lahan seadanya, total lahan miliknya tidak dimanfaatkan seluruhnya, padahal memiliki potensi jika ditunjang dengan sumber air yang memadai.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin produk anda tampil disini? Klik Disini!!!

Oleh karena itu dirinya berharap agar Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas pertanian atau pokok pikiran (Pokir ) anggota DPRD dapat membantunya dengan sebuah sumur bor.

Baca Juga :  Wabup Kupang Terpukau di Perayaan Paskah Elpida International School: "Lingkungan Belajarnya Luar Biasa"

“Hasil tidak terlalu banyak, bergantung pada curah hujan , bila curah hujan tinggi tanaman akan mati begitupun dengan curah hujan sedikit. Hasil produksi saya jual ke pasar Oesao atau jika dalam jumlah banyak maka para tengkulak yang langsung datang membeli di lokasi, “tandasnya.

Keterbatasan air kata dia, membuat dirinya hanya menanam sayuran yang tidak terlalu lama waktu panen. Untuk saat ini debit air dalam embung miliknya sudah mulai kering sehingga ia terpaksa membeli air tangki seharga Rp. 70.000 per tangki. Hingga saat ini ucapnya, sudah lima tangki air yang dibelinya.

Baca Juga :  Pantau TKA dan Revitalisasi Sekolah, Bupati Yosef Lede Dorong SMPN 1 Kupang Tengah Jadi Sekolah Unggulan

“Saya harap pemerintah bisa kasih bantuan satu sumur bor, dulu saya sudah pernah minta bantuan pada anggota DPRD Provinsi maupun Kabupaten Kupang tapi jawabannya dana semua dialihkan untuk penanganan virus covid,”tutupnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com

+ Gabung