Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Hasil Bumi dikeruk, Pengusaha Semakin Kaya Sementara Rakyat Nikmati Lumpur dan Debu. Potret Eksplorasi Galian C di Takari.

kabar-independen.com
Reporter : Tim Editor: Redaksi
IMG 20260510 WA0029
IMG 20260510 WA0030
Tumpukan kerikil sisa pencucian pasir yang sengaja dibuang oleh pengusaha di kali

Pada titik tertentu ditemukan longsoran didinding tebing akibat gerusan banjir sehingga pengusaha terpaksa membuat jalan baru untuk kepentingan transportasi angkut material.

Beberapa orang warga Desa Benu yang sempat ditemui media saat hendak pulang meninggalkan lokasi tambang, mereka mengaku kecewa dengan para pengusaha.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin produk anda tampil disini? Klik Disini!!!

Menurut warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan, saat memasuki musim kemarau seperti saat ini, debu menjadi teman karib setiap hari. Banyak warga memilih menutup rapat pintu dan jendela rumah menghindari debu. Demikian pula disaat musim hujan, kubangan air dijalan berlubang dan lumpur menjadi pemandangan setiap hari.

Baca Juga :  Wabup Kupang Terpukau di Perayaan Paskah Elpida International School: "Lingkungan Belajarnya Luar Biasa"
InShot 20260510 120157683
Tumpukan kerikil dibuang pengusaha di kali

Setiap hari kata warga melanjutkan, mobil – mobil truk silih berganti menuju lokasi tambang mengangkut material dilokasi tersebut. Meski demikian, warga mengaku pasrah dengan keadaan yang dialaminya.

“Kami ini tiap hari hirup debu, kami tidak bisa berbuat banyak, kami pasrah dengan kondisi, biarkan pengusaha makin kaya dan kami makin menderita,”ujar warga. (Tim)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com

+ Gabung