
Bupati menegaskan, selain pembangunan fisik, hal terpenting yang harus dipupuk adalah kekuatan persekutuan dan kehidupan beriman jemaat. Ia mengajak seluruh jemaat untuk merangkul kembali warga yang sudah lama tidak aktif beribadah.
“Yang paling utama bukan hanya gedung gereja yang megah, tetapi bagaimana jemaat berkumpul, bersekutu, dan memuliakan nama Tuhan. Jangan pernah menyerah untuk mengajak saudara-saudara kita yang sudah lama tidak beribadah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yosef Lede menyampaikan bahwa Pemkab Kupang selalu menempatkan gereja sebagai mitra strategis dan bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat. Dukungan doa dari gereja, lanjutnya, menjadi kekuatan moral bagi pemerintah daerah dalam menjalankan roda pembangunan.
Pergumulan 20 Tahun Jemaat
Sementara itu, Tokoh Jemaat Imanuel Hausisi, Aljeri Monas, mengungkapkan bahwa pembangunan gedung gereja baru ini telah menjadi pergumulan panjang jemaat selama kurang lebih 20 tahun. Selama ini, seluruh biaya dan proses pembangunan murni mengandalkan swadaya masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












