Dana tersebut kata dia dapat dimanfaatkan untuk banyak program dan kegiatan termasuk diantaranya membiayai persidangan Klasis.
Selain itu, Yosef Lede juga menegaskan komitmennya untuk program desa terang. Komitmen ini bertujuan agar tidak boleh ada lagi desa atau dusun yang belum teraliri listrik PLN. Selain listrik, persoalan yang akan dibereskan terkait dengan jaringan telekomunikasi dan internet. Kedua persoalan diatas ungkapnya harus dibereskan agar mendukung program merdeka belajar.
“Kedepan tidak ada lagi satu desa pun yang gelap atau belum ada listriknya, termasuk jaringan telekomunikasi, banyak tower telekomunikasi akan dibangun di daerah yang belum terjangkau jaringan,”ungkapnya.
Wakil Sekretaris Sinode GMIT Pendeta Zimrat Karmani mengimbau kepada peserta persidangan agar merancang dan menyusun program kerja yang kolaboratif dengan pemerintah daerah. Perencanaan program kerja Klasis mesti tersistem serta hindari menyusun program terlalu banyak.
“Tugas kita mendoakan pemerintah, kami warga GMIT juga bagian dari pemerintah, jangan kita rencanakan program banyak dan kita tidak mampu kerja lebih baik kita sedikit tetapi semua terlaksana dengan baik,”tandasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












