Salah satu kepala desa yang hadir bersama masyarakat adalah Kepala Desa Oenuntono, Oktovianus Meo. Ia mengatakan bahwa ada perwakilan 10 desa dari Amabi Oefeto Timur ditambah dengan Desa Niunbaun dari Amabi Oefeto.
Menurutnya, tujuan masyarakat bertemu Gubernur NTT guna meminta kesediaan Gubernur membantu masyarakat di 11 desa tersebut memperbaiki akses jalan khususnya dari Oesao – Silu – Oemofa – Amarasi Timur. Yang mana akses jalur tersebut ada tiga ruas jalan.
“Persoalannya akses jalan yang kami lalui itu makin sulit setiap tahun, oleh karena itu ketika potensi-potensi yang kami dapat seperti jagung, ubi dan pisang, ketika kami mau bawa ke Oesao maka pasti akan layu atau rusak akibat akses jalan yang rusak,”ungkap Kades Oenuntono.
Kordinator masyarakat Amabi Oefeto Timur, Adrianus Pae yang sebagai motor penggerak serta penggagas perjuangan ini menjelaskan bahwa sehubungan dengan keinginan masyarakat 11 desa, maka perjuangan ini melihat kondisi bagaimana Amabi Oefeto Timur yang sudah puluhan tahun kondisi jalan sangat memprihatinkan dan harus segera ditindaklanjuti.
Hal ini kemudian masyarakat mulai dengan mendiskusikannya dan sepakati bahwa sebaiknya masyarakat Amabi Oefefo Timur membentuk satu wadah organisasi yang bisa menghimpun keterwakilan suara dari 2 kecamatan ini. Jadi digagaslag Ikatan Keluarga Amabi Oefeto Timur.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
