<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SMSI &#8211; Kabar Independen</title>
	<atom:link href="https://kabar-independen.com/tag/smsi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabar-independen.com</link>
	<description>kritis,tajam &#38; berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 07 Jun 2024 13:39:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://kabar-independen.com/wp-content/uploads/2024/05/cropped-512-100x100.png</url>
	<title>SMSI &#8211; Kabar Independen</title>
	<link>https://kabar-independen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jurnalis NTT Nyatakan Sikap Tolak Revisi Undang-undang Penyiaran</title>
		<link>https://kabar-independen.com/daerah/jurnalis-ntt-nyatakan-sikap-tolak-revisi-undang-undang-penyiaran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[kabar-independen.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jun 2024 11:10:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[AJI]]></category>
		<category><![CDATA[AMSI]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[IJTI]]></category>
		<category><![CDATA[JMSI]]></category>
		<category><![CDATA[JOIN]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalis NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Kebebasan Pers]]></category>
		<category><![CDATA[PWI]]></category>
		<category><![CDATA[Revisi RUU Penyiaran]]></category>
		<category><![CDATA[RUU Penyiaran]]></category>
		<category><![CDATA[SMSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabar-independen.com/?p=6283</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kupang, KI &#8211; Puluhan jurnalis media cetak, elektronik dan online yang menamakan diri Forum Jurnalis...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/daerah/jurnalis-ntt-nyatakan-sikap-tolak-revisi-undang-undang-penyiaran/">Jurnalis NTT Nyatakan Sikap Tolak Revisi Undang-undang Penyiaran</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kupang, KI &#8211;</strong> Puluhan <a href="http://kabar-independen.com/tag/jurnalis">jurnalis</a> media cetak, elektronik dan online yang menamakan diri Forum Jurnalis Pengawal Reformasi (FJPR) mengelar aksi demontrasi menolak revisi Undang-undang Penyiaran, Jumat (07/06).</p>
<p>Para jurnalis bernaung dalam beberapa organisasi antara lain AJI , SMSI, JOIN, JMSI , AMSI, IJTI dan PWI NTT,</p>
<p>Aksi para <a href="http://kabar-independen.com/tag/kuli-tinta">kuli tinta</a> ini berlokasi di gedung DPRD NTT. Pernyataan sikap para jurnalis diterima Wakil Ketua Komisi I Yohana Koli ditemani beberapa orang anggota DPRD yaitu Yohanis Rumah (Ketua Fraksi PKB), Stef Komerihi (Fraksi Gerindra), Finsensius Patta (Fraksi PDIP).</p>
<p>Berikut lima poin penting Rancangan Undang-undang (RUU) Penyiaran yang dikritisi oleh para jurnalis NTT antara lain :</p>
<ol>
<li><strong>Ancaman Terhadap <a href="http://kabar-independen.com/tag/kebebasan-pers">Kebebasan Pers</a></strong>: Pasal-pasal bermasalah dalam revisi ini memberikan wewenang berlebihan kepada Komisi Penyiaran Indonesia untuk mengatur konten media. Hal ini dapat mengarah pada penyensoran dan pembungkaman kritik terhadap pemerintah dan pihak-pihak berkepentingan, seperti termuat pada draf pasal 8A huruf q, pasal 50 b huruf c dan pasal 42 ayat 2.</li>
<li><strong>Kebebasan Berekspresi Terancam:</strong> Ketentuan yang mengatur tentang pengawasan konten tidak hanya membatasi ruang gerak media, tetapi juga mengancam kebebasan berekspresi warga negara, melalui rancangan sejumlah pasal yang berpotensi mengekang kebebasan berekspresi.</li>
<li><strong><a href="http://kabar-independen.com/tag/kriminalitas-jurnalis">Kriminalisasi Jurnalis</a>:</strong> Adanya ancaman pidana bagi jurnalis yang melaporkan berita yang dianggap kontroversial merupakan bentuk kriminalisasi terhadap profesi jurnalis.</li>
<li><strong>Independensi Media Terancam:</strong> Revisi ini dapat digunakan untuk menekan media agar berpihak kepada pihak-pihak tertentu, yang merusak independensi media dan keberimbangan pemberitaan, seperti termuat dalam draf pasal 51E.</li>
<li><strong><a href="http://kabar-independen.com/tag/revisi-uu-penyiaran">Revisi UU Penyiaran</a> Berpotensi Mengancam Keberlangsungan Lapangan Kerja Bagi Pekerja Kreatif:</strong> Munculnya pasal bermasalah yang mengekang kebebasan berekspresi berpotensi akan menghilangkan lapangan kerja pekerja kreatif, seperti tim konten Youtube, podcast, pegiat media sosial dan lain sebagainya.</li>
</ol>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/daerah/jurnalis-ntt-nyatakan-sikap-tolak-revisi-undang-undang-penyiaran/">Jurnalis NTT Nyatakan Sikap Tolak Revisi Undang-undang Penyiaran</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
