<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Penyelidikan &#8211; Kabar Independen</title>
	<atom:link href="https://kabar-independen.com/tag/penyelidikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabar-independen.com</link>
	<description>kritis,tajam &#38; berimbang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Jun 2026 01:14:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://kabar-independen.com/wp-content/uploads/2024/05/cropped-512-100x100.png</url>
	<title>Penyelidikan &#8211; Kabar Independen</title>
	<link>https://kabar-independen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kejari Belu Usut Dugaan Korupsi Belanja Rumah Tangga Pimpinan DPRD Periode 2019-2024, 21 Saksi Diperiksa</title>
		<link>https://kabar-independen.com/hukum-kriminal/kejari-belu-usut-dugaan-korupsi-belanja-rumah-tangga-pimpinan-dprd-periode-2019-2024-21-saksi-diperiksa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[kabar-independen.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 15:04:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Belu]]></category>
		<category><![CDATA[Kejari]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Penyelidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pidana]]></category>
		<category><![CDATA[Tindak Pidana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabar-independen.com/?p=8443</guid>

					<description><![CDATA[<p>BELU, KI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur saat ini tengah mengusut...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/hukum-kriminal/kejari-belu-usut-dugaan-korupsi-belanja-rumah-tangga-pimpinan-dprd-periode-2019-2024-21-saksi-diperiksa/">Kejari Belu Usut Dugaan Korupsi Belanja Rumah Tangga Pimpinan DPRD Periode 2019-2024, 21 Saksi Diperiksa</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BELU, KI –</strong> Kejaksaan Negeri (Kejari) Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur saat ini tengah mengusut dugaan tindak pidana <a href="http://kabar-independen.com/tag/korupsi">korupsi</a> terkait pemberian tunjangan kesejahteraan dalam bentuk belanja rumah tangga pimpinan DPRD Kabupaten <a href="http://kabar-independen.com/tag/belu">Belu</a> untuk periode 2019-2024.</p>
<p>​Kepala Kejari Belu, melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Cornelis S. Oematan, S.H., mengonfirmasi bahwa penyelidikan ini dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan Kepala Kejaksaan Negeri Belu Nomor: PRINT-228/N.3.13/Fd.1/04/2026 yang diterbitkan pada tanggal 27 April 2026.</p>
<p>Menurutnya​, hingga Selasa, 9 Juni 2026, tim penyelidik telah melakukan permintaan keterangan terhadap 21 orang <a href="http://kabar-independen.com/tag/saksi">saksi</a>. Para saksi tersebut berasal dari berbagai instansi, di antaranya pihak Inspektorat Kabupaten Belu, Sekretariat DPRD, sejumlah mantan anggota DPRD, serta dua orang anggota DPRD yang masih aktif.</p>
<p>​&#8221;Terkait permintaan keterangan terhadap para pihak, kemungkinan akan terus bertambah,&#8221; ujar Cornelis.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/hukum-kriminal/kejari-belu-usut-dugaan-korupsi-belanja-rumah-tangga-pimpinan-dprd-periode-2019-2024-21-saksi-diperiksa/">Kejari Belu Usut Dugaan Korupsi Belanja Rumah Tangga Pimpinan DPRD Periode 2019-2024, 21 Saksi Diperiksa</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemuda di Fatuleu Barat Kabupaten Kupang Tewas Dianiaya Saat Acara Pesta Perak Perkawinan</title>
		<link>https://kabar-independen.com/hukum-kriminal/pemuda-di-fatuleu-barat-kabupaten-kupang-tewas-dianiaya-saat-acara-pesta-perak-perkawinan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[kabar-independen.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Sep 2024 08:15:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Naitae]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolres Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Kec Fatuleu Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Korban]]></category>
		<category><![CDATA[KUHP]]></category>
		<category><![CDATA[Penyelidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Perkawinan]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Wakapolres Kupang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabar-independen.com/?p=6987</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oelamasi, KI &#8211; Seorang Pemuda di Desa Naitae Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang-NTT tewas dianiaya...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/hukum-kriminal/pemuda-di-fatuleu-barat-kabupaten-kupang-tewas-dianiaya-saat-acara-pesta-perak-perkawinan/">Pemuda di Fatuleu Barat Kabupaten Kupang Tewas Dianiaya Saat Acara Pesta Perak Perkawinan</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oelamasi, KI &#8211;</strong> Seorang Pemuda di <a href="http://kabar-independen.com/tag/desa-naitae">Desa Naitae</a> Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang-NTT tewas dianiaya saat menghadiri acara syukuran pesta perak perkawinan salah satu warga desa itu.</p>
<p>Demikian diungkap Kapolres Kupang AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata melalui Wakapolres Kompol Ribka Huberta Hangge didampingi Kanit Idik II Tipiter Satuan Reskrim Polres Kupang Ipda Rahmat Nampira, Kamis (12/09) saat konfrensi pers di Mapolres Kupang.</p>
<p>Kasus ini kata Wakapolres Kupang sedang didalami satuan <a href="http://kabar-independen.com/tag/reserse-kriminal">reserse kriminal</a> sesuai laporan polisi Nomor LP/B/215/IX/2024/Polres Kupang, tanggal 11 September 2024. Atas laporan polisi tersebut, selanjutnya diterbitkan surat perintah penyelidikan Nomor SP.LIDIK/237/RES.1.7./IX/2024 Sat Reskrim, tanggal 11 September 2024.</p>
<p>Hasil penyelidikan terungkap bahwa telah terjadi tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya korban Abraham Nofu. Kasus ini diduga kuat dilakukan oleh dua orang berinisial HS dan MDM, keduanya saat ini masih berstatus sebagai terlapor.</p>
<p>&#8220;Kasus ini terjadi tanggal 10 September 2024 sekitar pukul 19.00 WITA dirumah Nehemia Jibrael Mona yang beralamat RT 13 RW 07 Dusun IV Desa Naitae, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, kedua terlapor sementara diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut,&#8221; beber Wakapolres Kupang.</p>
<p>Polisi juga berhasil mengamankan beberapa barang bukti berupa satu buah borgol dan satu pasang sandal jepit berwarna hitam. Kedua terduga pelaku juga dijerat Pasal 170 ayat (2) ke 3 Subs Pasal 351 ayat (3) <a href="http://kabar-independen.com/tag/kuhp">KUHP</a>, yang berbunyi secara bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan matinya orang. Keduanya terancam sanksi pidana penjara paling lama 12 tahun,</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/hukum-kriminal/pemuda-di-fatuleu-barat-kabupaten-kupang-tewas-dianiaya-saat-acara-pesta-perak-perkawinan/">Pemuda di Fatuleu Barat Kabupaten Kupang Tewas Dianiaya Saat Acara Pesta Perak Perkawinan</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
