<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pembayaran PBB dan BPHTB &#8211; Kabar Independen</title>
	<atom:link href="https://kabar-independen.com/tag/pembayaran-pbb-dan-bphtb/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabar-independen.com</link>
	<description>kritis,tajam &#38; berimbang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Sep 2021 13:47:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://kabar-independen.com/wp-content/uploads/2024/05/cropped-512-100x100.png</url>
	<title>Pembayaran PBB dan BPHTB &#8211; Kabar Independen</title>
	<link>https://kabar-independen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>PPAT Kabupaten Kupang Keberatan Verifikasi BPHTB Kembali Manual</title>
		<link>https://kabar-independen.com/daerah/ppat-kabupaten-kupang-keberatan-verifikasi-bphtb-kembali-manual/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[kabar-independen.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Sep 2021 13:47:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Bapenda Kab Kpg]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Lusia Maria Willibroda Liliweri]]></category>
		<category><![CDATA[Pembayaran PBB dan BPHTB]]></category>
		<category><![CDATA[PPAT Kabupaten Kupang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabar-independen.com/?p=1467</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oelamasi, KI &#8211; Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah Pengurus Daerah Kabupaten Kupang ajukan keberatan dengan...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/daerah/ppat-kabupaten-kupang-keberatan-verifikasi-bphtb-kembali-manual/">PPAT Kabupaten Kupang Keberatan Verifikasi BPHTB Kembali Manual</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oelamasi, KI &#8211;</strong> Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah Pengurus Daerah Kabupaten Kupang ajukan keberatan dengan kebijakan Kepala Badan Pendapatan Daerah yang kembali memberlakukan verifikasi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) secara manual.</p>
<p>Padahal, sejak tahun 2014 verifikasi BPHTB dan pembayaran PBB telah menggunakan sistem online namun sejak awal bulan September 2021 kembali berlaku sistem manual oleh BAPENDA.</p>
<p>Kembali diberlakukannya verifikasi BPHTB secara manual ini membuat ikatan PPAT Kabupaten Kupang mengajukan keberatannya dengan mengirimkan surat keberatannya.</p>
<p>Lusia Maria Willibroda Liliweri, SH, M.Kn, Ketua PPAT Kabupaten Kupang, Rabu (21/09/2021) melalui sambungan telepon menilai kebijakan Badan Pendapatan Daerah itu merupakan suatu langkah mundur.</p>
<p>Ia mengatakan, Kabupaten Kupang adalah satu &#8211; satunya wilayah di NTT yang telah menerapkan sistem online verifikasi BPHTB sejak tahun 2014 dan menjadi contoh daerah lainnya di NTT. Peluncuran sistem online verifikasi BPHTB saat itu dilakukan oleh Bupati Kupang.</p>
<p>Dikembalikan lagi ke sistem manual kata dia membuat banyak waktu terbuang percuma. Staf PPAT harus bolak &#8211; balik melakukan verifikasi dan setelah memperoleh perintah membayar dari Bapenda masih harus ke Bank untuk membayar.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/daerah/ppat-kabupaten-kupang-keberatan-verifikasi-bphtb-kembali-manual/">PPAT Kabupaten Kupang Keberatan Verifikasi BPHTB Kembali Manual</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
