Langkah yang dilakukan Dinas P2KBP3A yakni mengedukasi agar para remaja bis menjadi remaja yang berencana, merencanakan masa depannya.
Kepala BAPPEDA Juhardi D. Selan, S.STP menjelaskan, ibu yang melahirkan masih berusia anak justru menjadi salah satu penyebab tingginya angka stunting.
Strategi pembangunan di tahun 2024 ungkapnya, penguatan kesehatan untuk penyelesaian masalah stunting diprioritaskan pada remaja putri, Bumil dan balita stunting.
Peringatan Hari Perempuan Internasional kali ini menjadi momentum sinergitas program dengan sosialisasi kesehatan reproduksi.
Dirinya berharap, semua remaja memahami tentang hal mana yang berkaitan erat dengan kesehatan reproduksi.
“Ada banyak hal yang harus kita selesaikan, tapi kita mulai dari strategi pertama adalah informasi dan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dapat diketahui semua remaja di Kabupaten Kupang,”ujar Juhardi D. Selan. (Jessy)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
