Kisah Seorang Guru Honorer, Abdikan Diri Bagi Penyandang Disabilitas

IMG 20210304 WA0018

Selain belajar membaca dan menulis, BRSPDRW Efata Naibonat juga memberi pelatihan ketrampilan produktif sesuai minat dan bakat. Jenis ketrampilan yang diajarkan seperti salon kecantikan, meubeler dan menjahit juga diberi modal usaha.

Ia mengisahkan, pada tahun 2019 dirinya ditunjuk oleh Dinas Pemuda dan Olahraga NTT sebagai penerjemah bahasa isyarat mendampingi para atlet difabel se-NTT mengikuti Olimpiade Paralimpic di Jakarta.

Menjadi sebuah kebanggaan saat itu karena kontingen NTT masuk peringkat 10 besar se-Indonesia dengan memboyong 8 medali emas, 6 medali perak dan 7 medali perunggu, semuanya dari cabang atletik.(Leon)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com

+ Gabung

Exit mobile version