Kisah Seorang Guru Honorer, Abdikan Diri Bagi Penyandang Disabilitas

IMG 20210304 WA0018

Oelamasi, KI – Guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa. Termasuk juga para guru yang mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk  penyandang disabilitas.

Yustina A. Boymau, S.Pd, seorang guru honorer adalah salah satu orang yang mengabdikan dirinya dan tulus mengajar penyandang disabilitas di Balai Rehabilitasi Sensorik Penyandang Disabilitas Rungu Wicara (BRSPDRW) “Efata” Naibonat.

Yustina A. Boymau (berdiri) saat mengajar anak – anak difabel di BRSPDRW Efata Naibonat

Yustina A. Boymau, S.Pd disela – sela KBM, Selasa (02/03/2021) mengaku sudah menjadi guru honor sejak tahun 2005 di SDI Lili, Kelurahan Camplong I, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang – NTT.

Sebagai guru yang mengabdikan diri juga bagi penyandang disabilitas ejak tahun 2014, Yustina A. Boymau mengaku banyak cerita suka dan duka dialaminya.

Sebagai guru yang tidak memiliki basic pendidikan disabilitas, ia merasa kesulitan pertama kali mengajar. Namun panggilan jiwa untuk melayani membuat dirinya terus belajar dan berlatih walaupun secara autodidak.

“saya berusaha secara autodidak, berusaha belajar dan berlatih terus dan Puji Tuhan sampai dengan saat ini saya bisa melatih mereka untuk dapat baca dan tulis. Memang awalnya agak sulit tapi segalah sesuatu dilakukan dengan niat yang baik pasti ada hasilnya,”Kata Yustina.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com

+ Gabung

Exit mobile version