Clarissa Susiano, salah satu relawan PMI di Kupang yang turut serta dalam pengumpulan data dari masyarakat melihat kurangnya informasi terkait gejala dan dampak dari virus polio.
“Kebanyakan masyarakat di sini masih takut dengan imunisasi polio, karena bilang nanti sakit. Mungkin karena kurang edukasi atau pengertian dari petugas kesehatan atau memang dari orang tua sendiri yang tidak mendengarkan dengan baik. Butuh edukasi lagi tentang polio,” ujarnya.
Saat ini, PMI sedang mempersiapkan setidaknya 1,000 relawan untuk membantu melaksanakan promosi kesehatan dan mengurangi keengganan masyarakat terhadap vaksin polio. Direncanakan pada bulan Februari 2022, relawan PMI akan turun untuk bekerja sama dengan Posyandu dan Puskesmas setempat untuk memastikan vaksin polio menjangkau seluruh anak Indonesia. (*)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
