Lurah Sulamu Markus Fanggidae yang dimintai tanggapannya usai kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan menyatakan mendukung usulan masyarakatnya itu.
Walaupun pantai tanjung toda sangat indah panoramanya, tetapi belum tersentuh oleh pemerintah, ia mengakui pantai ini belum terawat dengan baik, masih banyak sampah bawaan arus air laut. Juga masih banyak masyarakat yang sedang membudidayakan rumput laut disepanjang pesisir pantai tanjung toda.
“Sebagai lurah, saya harapkan pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat dapat memberi perhatian serius dan bisa menata tanjung toda ini sehingga bisa bermanfaat dan menarik untuk dikunjungi oleh turis dari dalam dan luar negeri,”Ujar Lurah Sulamu.
Salah satu festival tahunan yang pernah diselenggarakan oleh pemerintah kelurahan sulamu pada tahun 2018 yaitu festival kuda tell atau foti kuda. Kegiatan ini diyakini menjadi daya tarik melengkapi keindahan pantai tanjung toda. Festival ini juga mampu menarik perhatian para pengunjung.
Festival foti kuda ini kata dia sangat menarik dan diminati oleh masyarakat apalagi sesuai budaya masyarakat sulamu. Budaya foti kuda pada waktu lalu merupakan acara tahunan untuk menyambut tahun baru. Kuda – kuda milik masyarakat dihias dengan kain adat dan ornamen lain, kemudian dengan alunan musik gong. Festival foti kuda merupakan salah satu tawaran hiburan rakyat yang khas di objek wisata tanjung toda.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
