Ketua Penggurus coop TLM Pdt. Semuel V. Nitti mengatakan, berdirinya koperasi ini adalah komitmen gereja untuk berjuang menyatakan kasih Allah dalam bentuk pemberdayaan.
Dengan pembedayaan ekonomi yang fokus pada perempuan dan keluarga, turut meningkatkan pertumbuhan ekonomi keluarga dan pengembangan pendidikan anak.
“Kami dapat mencapai tiga maksis, yakni pertumbuhan ekonomi keluarga, mengurangi praktik mafia trafiking TKI ilegal di NTT dan mengurangi angka stunting di NTT,”Ungkap Pdt. Semuel Nitti.
Ia juga mengakui perjalan coop TLM Indonesia dimasa pandemi yang terjadi sejak tahun 2020 terjadi penurunan provit, hal ini karena adanya pembatasan pertemuan kelompok ekonomi.
Kepala Dinas Koperasi Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT Sylvia Pekudjawang mengatakan landasan koperasi adalah gotong royong dan kebersamaan, hal ini sangat cocok dengan NTT.
Menjadi tantangan di perjalanan tahun ini karena pandemi terjadi penurun provit, tetapi tetap berjalan sampai dengan saat ini kegiatan UMKM dan ekonomi di topang oleh Koperasi.
Dari sisi pemerintah tetap mendukung penuh kegiatan koperasi dan berharap perjalanan koperasi tetap kuat, sehat dalam menjalankan kegiatannya. (Leon)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
