Dukungan penuh turut mengalir dari legislatif dan akademisi. Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Absalom Buy, menyambut baik dimulainya pembangunan ini sebagai titik awal perubahan ekonomi baru bagi masyarakat Semau.
”Di samping aspek fisik dan ekonomi, aspek sosial masyarakat juga harus menjadi perhatian utama. Mari kita juga sepakati satu pintu pelayanan bongkar muat dan penumpang agar tertib, teratur, dan pendapatannya optimal,” tutur Absalom Buy.
Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP) Universitas Nusa Cendana, Dr. Franchy Christian Liufeto, S.Pi., M.Si., menegaskan pentingnya pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.
”Jumlah dan ukuran ikan yang tertangkap saat ini terus berkurang. Dosen dan mahasiswa FPKP Undana siap hadir bersama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Kupang untuk melakukan pendataan, pengkajian stok ikan, serta pendampingan teknis agar hasil tangkapan tetap terjaga dan berkualitas,” ungkap Dr. Franchy.
Acara peletakan batu pertama ini turut dihadiri oleh jajaran Kepala Dinas Perikanan, Kepala Dinas Perhubungan, Kabag Prokopim Setda Kabupaten Kupang, Camat Semau, tokoh agama, serta elemen masyarakat setempat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
