”Selama ini, kita sering kali panen ikan melimpah tetapi tidak tahu harus disimpan di mana atau dijual ke mana, sehingga cepat rusak dan harganya jatuh. Kehadiran Kampung Nelayan ini menjawab persoalan tersebut. Ikan bisa ditampung, disimpan, dan dipasarkan dengan lebih teratur,” jelasnya.
Integrasi dengan Koperasi Desa Merah Putih
Lebih lanjut, Bupati Kupang menyoroti pentingnya konsep keterpaduan antara Kampung Nelayan dengan Koperasi Desa Merah Putih yang berdiri berdampingan. Kedua lembaga ini diharapkan dapat saling mendukung agar memberi manfaat ekonomi yang berkelanjutan.
”Saya sudah berpesan kepada pengelola Koperasi Desa Merah Putih agar tidak berdiri sendiri-sendiri tanpa inovasi. Koperasi dan Kampung Nelayan harus saling menopang. Hasil tangkapan ditampung dan dipasarkan melalui koperasi sehingga roda ekonomi berputar di tempat sendiri. Saya sudah melihat keberhasilan model ini di Desa Sulamu, dan saya ingin model yang sama berhasil juga di Semau,” tambahnya.
Bupati Yosef juga mengajak masyarakat setempat untuk terlibat aktif dan berpartisipasi dalam proses pembangunan hingga pengelolaannya. “Jangan sampai pekerja dari luar terus yang kerjakan sementara kita hanya menonton. Libatkan warga setempat agar manfaatnya benar-benar dirasakan bersama,” serunya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
