Ia mengatakan, upaya penanganan Stunting harus berbasis data baik itu data prevelensi stunting, data kemiskinan maupun data kemiskinan ekstrim. Tanpa data by name by address niscaya penanganan Stunting tidak akan tuntas sesuai harapan Presiden RI yaitu di tahun 2024 angka Stunting menurun hingga 14 persen diseluruh Negeri.
“Jika kita fokus pada data by name by address yang ada maka semua bisa diatasi lebih baik,”Ujarnya
Semua jenis bantuan sosial baik itu yang bersumber dari Pemerintah Pusat sampai Pemerintah Kabupaten Kupang, LSM, OPD maupun bantuan yang bersumber dari Dana Desa harus berpijak pada data by name by address Stunting dan masyarakat miskin/pra sejahtera yang dimiliki Dinas Sosial.
Dirinya sangat yakin jika semua bantuan sosial yang bersumber dari Dana DAK, DAU, APBD maupun Dana Desa tepat sasaran diberikan pada mereka yang terdampak Stunting dan masyarakat miskin maka persoalan Stunting dan masyarakat miskin tidak akan ada lagi.
“Mari kita fokus semua bergotongroyong pada data yang ada pada Dinas Sosial sesuai Permensos,”Ungkapnya.
Kasus Stunting terbanyak ada pada masyarakat miskin sehingga dengan bekerja fokus pada data maka dapat dipastikan ada progres penanganannya dan Kabupaten Kupang akan keluar dari persoalan yang membelit ini. (Jessy)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
