“Untuk antisipasi jangka pendeknya pemerintah berikan bantuan tanggap darurat berupa kawat bronjong agar air dapat dibendung masuk melalui saluran irigasi untuk mengairi sawah yang ada. Alat berat yang ada di lokasi kalau dibuat tanggul dari tanah tidak mampu menahan luapan banjir,”ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Teldi Sanam kepada awak media di Kantor Bupati Kupang mengatakan, sudah mengerahkan alat berat ke lokasi bendungan untuk tanggap darurat.
“Alat berat sudah ada di lokasi, masyarakat jangan cemas,”imbuhnya.
Teldi Sanam mengaku segera berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II untuk segera ditangani secara permanen. (Jessy)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
