Ruben Nubatonis, Camat Takari menjelaskan, krisis pangan dalam keluarga dapat menjadi faktor utama terjadinya berbagai tindakan kriminalitas, orang akan berupaya sedemikian rupa untuk mempertahankan diri,agar tidak kelaparan dengan melakukan cara-cara yang tidak pantas sekedar untuk bertahan hidup.
“Ini konsekuensi jika ketahanan pangan tidak mencukupi sepajang tahun,”ujarnya.
Pemberdayaan kelompok tani dan para kader posyandu agar memiliki inovasi mengelola pangan lokal menjadi makanan dengan memenuhi standar gizi baik yang bersumber dari nabati maupun hewani. Dengan demikian mampu memberi sumbangsih dalam hal penurunan angka prevalensi Stunting di Kabupaten Kupang.
Terdapat banyak sumber pangan loka di Kecamatan Takari, dengan kondisi ini masyarakat Takari tidak akan terpengaruh dengan adanya isu krisis pangan global.
Amin Juariah Kepala Dinas Pertanian dalam sambutannya mengatakan, produksi padi oleh petani dalam tahun 2022 mencapai 40.000 ton, belum lagi ditambah dengan jumlah hasil panen jagung, kacang, sayuran. Total jumlah produksi padi yang mencapai 40.000 ton itu dapat dipastikan Kabupaten Kupang tidak akan mengalami Krisis pangan.
Program andalan pemerintah yaitu Revolusi 5 P khususnya revolusi di bidang Pertanian nyatanya mampu menjadikan masyarakat surplus pangan, masyarakat termotivasi untuk memulai dari apa yang dimilikinya. Ditambah lagi dengan program percetakan sawah baru hingga mencapai 120 hektar pada tahun 2022, hal ini akan menjadikan masyarakat memiliki kedaulatan pangan. (Jessy)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
