“Setelah mereka mendaftar di Bapenda, mereka akan dapat kartu dari Bank NTT nantinya mereka tidak bayar tunai lagi. Tim kemarin sudah turun ke semua pemilik IUP, kita dengan Kepolisian dan Pol PP sekaligus penertiban sekaligus kita mendaftarkan,”ujarnya.
Dirinya juga membantah tudingan Pemkab masih menikmati pembayaran tunai menggunakan karcis yang tentunya akan semakin besar terjadinya kebocoran PAD. Ia mengatakan, hingga bulan November 2022 pemasukan PAD khususnya retribusi Galian C telah mencapai 1,2 miliar rupiah, hal ini berbeda dengan tahun sebelumnya dimana penghasilan retribusi hanya berkisar Rp. 800.000.000 setiap tahun.
“Saya perkirakan akhir tahun bisa capai 1,4 miliar, berarti kebocoran sudah teratasi, saat portal digunakan kita jika akan operasi rutin 24 jam sehingga yang belum daftar kita bisa terima tunai juga,”ungkapnya.
Ia menghimbau kepada seluruh pemegang IUP dan pemilik kendaraan pengangkut material galian C untuk segera mendaftar di Badan Pendapatan Daerah.
“Semua pemegang IUP dan pemilik armada angkutan material galian C wajib mendaftar di Bapenda,”tegasnya. (Jessy)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
