Jemaat atau masyarakat ungkap dia, perlu dirubah pola pikirnya bahwa selain memanfaatkan kekayaan alam dalam kebun Mamar, juga diharapkan dapat mengusahakan lahan tidur untuk ditanami berbagai jenis tanaman jangka pendek atau panjang sehingga menjadi investasi bagi generasi selanjutnya.
Sementara itu, Kepala Desa Oesusu Dani Novianto Tauho mengatakan bahwa dia kelompok tani yaitu Bukit Nekun dan Sinar Oeana dipercaya untuk mengembangkan dua jenis tanaman yakni kelapa dan kopi.
Terkait dengan syukuran panen Mamar, Dani Novianto Tauho menegaskan kepada generasi saat ini bahwa kebun yang dipanen hasilnya merupakan peninggalan orang tua terdahulu.
Oleh karena itu, dirinya menegaskan kepada generasi muda melakukan peremajaan atau penanaman kembali dilahan masing-masing.
“Kita harus lebih banyak tanam, nanti yang nikmati itu anak cucu kita, potensi di Oesusu dalam cukup besar dengan sumber air yang melimpah sehingga perlu terus tanam dan bersihkan lahan kebun,”ujarnya tegas.
Desa Oesusu dibawah kendalinya dalam waktu dekat akan segera merampungkan sebuah peraturan desa tentang Trantibum dimana aturan itu salah satunya pasalnya akan mengatur masyarakat yang tidak menanam anakan kelapa, pinang dan sebagainya dalam jumlah yang ditentukan maka dilarang melakukan panen hasil kebun Mamar.
Untuk diketahui bahwa Mamar merupakan agroforestri tradisional yang dikembangkan di Timor Barat sejak dahulu kala yang berdampak pada produksi jasa ekosistem dengan pola pemanfaatan yang disepakati secara komunal.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
