Keluarga merupakan titik sentral pembangunan untuk semua sektor. Dengan demikian keberhasilan keluarga dapat menjadikan NTT keluar dari berbagai persoalan seperti gizi buruk, stunting, AKI-AKB serta banyak hal lain termasuk tingginya angka kehamilan remaja.
Wakil Ketua TP PKK NTT Maria Fransisca Djogo dalam sambutannya memberi apresiasi terhadap para Bidan, para kader yang telah melakukan pendataan keluarga sekaligus sosialisasi tentang KB.
TP PKK katanya memiliki program desa model dengan kriteria utama yaitu desa yang menjadi kampung KB, kedepannya para pendamping desa model perlu diambil dari para bidan agar program penanggulangan stunting, gizi buruk berjalan bersamaan dengan program KB.
Beberapa hal yang telah dilakukan dalam program desa model yaitu pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita dan anak PAUD.
Ketua IBI NTT, Damita Palalangan, Amd, Keb, SKM, M.Hum mengatakan, IBI di usia ke 70 semakin kuat dan semakin jaya mendukung program pemerintah agar menjadikan NTT bangkit dan sejahtera.
Thema perayaan secara Nasional yaitu Optimalisasi peran bidan pada pelayanan KIA – KB dan kesehatan reproduksi dalam mendukung penguatan Pelayanan primer. Dari Thema itu diharapkan IBI menjadi garda terdepan mendukung program pemerintah khususnya menurunkan angka kematian ibu, kematian bayi serta mencegah stunting.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
