Daerah  

Festival FESET USIF MA NAI 2026, Momentum Kebangkitan Budaya dan Penghormatan Warisan Leluhur di Kabupaten Kupang

Reporter : Tim, Editor: Redaksi,
IMG 20261103 WA0033

“Sebelum ada pemerintahan seperti sekarang, sudah ada kerajaan-kerajaan dan sistem pemerintahan adat yang memiliki sejarah panjang. Inilah yang harus kita hormati dan kita hidupkan kembali sebagai bagian dari identitas daerah,” ungkap Bupati Yosef.

Ia juga mengingatkan agar derasnya arus modernisasi tidak membuat masyarakat melupakan akar sejarahnya. Generasi mendatang, imbuhnya, harus tetap mengenal jati diri dan nilai-nilai luhur para leluhur.

Lebih lanjut, Pemkab Kupang saat ini tengah menjalin komunikasi dengan Kementerian Kebudayaan agar FESET USIF MA’NAI dapat tercatat sebagai festival budaya nasional. Selain itu, pemerintah juga mendorong pengembangan Festival Budaya Cagar Alam Fatusuba di Kecamatan Takari sebagai bagian dari pelestarian kekayaan budaya daerah.

Pembangunan Fisik dan Kultural Harus Berjalan Seimbang
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Daniel Taimenas, menyatakan bahwa FESET USIF MA’NAI bukan sekadar perhelatan seni dan tradisi, melainkan lembaran sejarah untuk menghormati jasa leluhur. Ia menyebutkan bahwa kekayaan budaya Kabupaten Kupang lahir dari berbagai entitas penting, seperti kerajaan Amarasi, Amfoang, dan Sonbai, serta komunitas adat Helong, Rote, Sabu, dan kelompok masyarakat lainnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com

+ Gabung

Exit mobile version