“Ini semua ramah lingkungan, kecuali mesin crusher atau mesin pemecah batu. Dulu saya pakai tapi setelah banyak perumahan, saya beli bahan baku dari mitra kerja saya,”Ujarnya.
Ia juga mengatakan, hasil kesepakatan awal antara pihaknya dengan masyarakat dan pemerintah desa sebelum beroperasinya pabrik tetap dilakukan. Bahkan, dana CSR digunakan untuk membangun jalan Hotmix menuju lokasi pabrik serta menuju perumahan oetalu.
“Selama ini saya perintahkan jaga kesehatan lingkungan. Tidak benar pabrik saya buat polusi udara,”Tegasnya.
Menurutnya, setiap tahun management rutin mengajukan permohonan uji laboratorium sejak awal beroperasinya pabrik. Hasil analisa laboratorium lingkungan dari Dinas Lingkungan hidup dan kehutanan NTT menyatakan pabriknya ramah lingkungan, tidak menimbulkan polusi udara dan pencemaran lingkungan.
Diberitakan sebelumnya, Sejumlah warga di Desa Penfui Timur Kecamatan Kupang Tengah mulai mengeluhkan dampak polusi udara yang dihasilkan oleh pabrik Aspal Hotmix milik PT. Bumi Indah.
Asap hitam pekat dan beraroma tidak sedap tertiup angin sehingga terpaksa dihirup oleh masyarakat. Bukan hanya asap hitam pekat, debu tebal juga kebisingan dan getaran saat mesin beroperasi dari pukul 14.00 – 05.00 wita membuat warga sulit beristirahat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
