Masyarakat mengaku pernah bertanya kepada pemerintah desa mengapa orang tertentu itu sering diberikan bantuan berkali – kali, namun jawaban yang diperoleh bahwa nama penerima bantuan dikirim dari pemerintah pusat.
“Tiap kali bantuan hanya orang itu – itu saja, Setiap kali kami tanya selalu dijawab nama – nama itu dikirim dari pusat. Sejak kapan pusat kenal satu – satu nama masyarakat,”Ujar masyarakat.
Masyarakat mengatakan, ketua Rukun Tetangga (RT) mengaku jika mereka tidak pernah mengusulkan nama – nama calon penerima, tiba – tiba saja nama sudah disodorkan oleh pimpinan.
Masyarakat juga curiga, ketimpangan bantuan yang terjadi disebabkan karena kepala desa tidak pernah melakukan musyawarah bersama masyarakat. Nama penerima bantuan itu dicurigai sebagai hasil kusuk – kesek antara kepala desa dengan salah satu kepala urusan.
Sementara itu, Kepala Desa Soba Jemmy S. Kapitan yang dikonfirmasi, Senin (09/08/2021) via pesan WhatsApp mengatakan, bantuan rumah dua tahun lalu dari Dinas PUPR yang didampingi langsung oleh petugas dari dinas.
Nama penerima bantuan sesuai kategori yang ditetapkan. Demikian pula dengan bantuan WC sehat tahun ini yang sasarannya kepada balita dan ibu hamil. Jika kuota tidak terpenuhi dapat diberikan kepada mereka yang tidak memiliki WC sehat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
