Tujuan lainnya ungkap Ayub Titu Eki, dengan program tersebut HP2SK ingin mengembalikan kejayaan sapi Bali di pulau Timor. Pada program tersebut HP2SK mesti bermitra dengan beberapa elemen yakni pemerintah sebagai regulator, masyarakat pemilik tanah adat, LSM serta pemimpin lembaga adat .
Program kerja HP2SK sejalan dengan program nasional pengentasan kemiskinan, dimana sesuai data bahwa NTT menempati urutan ke empat sebagai daerah termiskin di Indonesia.
Guna untuk mensukseskan program pengembangan populasi sapi, HP2SK telah menerima penyerahan lahan seluas 145 hektar dari masyarakat adat untuk sentra pengembangan pakan, pembibitan dan penggemukan sapi.
Pengembangan program itu terbagi dalam tiga zona yakni zona A Fokus pada perdagangan dan distribusi hasil ternak ke pasar. Zona B menggunakan teknologi untuk meningkatkan kualitas ternak dan Zona C mengutamakan pengembangbiakan untuk menjaga populasi sapi.
“HP2SK jadi pembina petani peternak sapi, juga membuka diri bagi kehadiran investor dan memiliki kelompok binaan di semua desa,”ujarnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
